Pengeluaran konsumen adalah "mesin" utama yang menggerakkan ekonomi AS. Jika pembeli merasa cukup percaya diri untuk berbelanja dengan bebas, ekonomi akan diuntungkan. Namun jika situasi membuat konsumen merasa lebih pelit, mereka cenderung menahan dolar tersebut, memicu siklus di mana mereka berbelanja semakin sedikit. Inilah yang terjadi saat ini karena berbagai faktor, dan menurut para ahli, tekanan yang diterapkannya pada mesin ekonomi menjadi semakin nyata.
Menurut reporter ekonomi New York Times Lydia DePillis, "Kekuatan pengeluaran konsumen yang bertahan lama, yang menggerakkan dua pertiga dari output ekonomi Amerika, telah menjadi alasan utama mengapa Amerika Serikat berhasil menghindari resesi melalui pukulan berturut-turut selama lima tahun: inflasi yang meningkat pesat, kenaikan suku bunga yang cepat, dan serangan tarif."
Namun sekarang, perang terhadap Iran — dengan kenaikan harga minyak dan dampak ekonomi lainnya — mungkin mendorong konsumen melampaui batas.
DePillis menggunakan contoh seseorang yang anggarannya terdampak oleh berbagai tekanan ekonomi sekaligus. Kenaikan harga bensin mendorong mereka untuk mengemudi lebih sedikit, memasak di rumah daripada makan di luar, dan membatalkan liburan karena kombinasi tabungan pribadi yang terbatas dan harga tiket pesawat yang melonjak. Efek tetesan dari pengurangan pengeluaran ini akan "memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan ekonomi AS."
Dan kenaikan harga hanya sebagian dari masalah. Saat harga naik, upah tidak naik, sementara manfaat jaring pengaman pemerintah secara bersamaan telah dikurangi. Tabungan pribadi berada di level terendah dalam hampir 20 tahun (kecuali lonjakan yang terjadi selama covid karena stimulus pemerintah). Kemudian pada hari Jumat, terungkap bahwa Survei Sentimen Konsumen University of Michigan telah turun ke level terendah sepanjang masa karena kombinasi kenaikan harga dan penurunan nilai aset.
Situasi ini membuat banyak orang Amerika mengambil keputusan pengeluaran yang sulit. Menurut seorang penduduk Denver yang kehilangan pekerjaannya selama PHK federal dan sejak itu kesulitan mencari pekerjaan, meningkatnya biaya hidup telah menjadi pertempuran harian untuk bertahan.
"Kami harus mulai memikirkan hal-hal yang sulit," katanya. "Seperti apakah kami perlu makan tiga kali sehari?"


