Analis onchain menandai dugaan upaya manipulasi Fartcoin (FARTCOIN) yang dilakukan secara terkoordinasi di Hyperliquid, sehingga menyebabkan kerugian sebesar US$1,5 juta pada vault likuiditas protokol tersebut.
Perusahaan keamanan blockchain PeckShield dan pelacak onchain Lookonchain mengidentifikasi insiden ini pada 9 April, menghubungkan empat wallet ke satu entitas.
Menurut PeckShield, pelaku mengumpulkan posisi long Fartcoin senilai US$15 juta dengan total 145,24 juta token melalui empat wallet berbeda.
Pelaku kemudian memicu apa yang PeckShield jelaskan sebagai likuidasi “bunuh diri” di situasi likuiditas rendah. Hal ini memaksa mekanisme Auto-Deleveraging (ADL) Hyperliquid aktif, sehingga posisi beracun tersebut berpindah ke vault Hyperliquidity Provider (HLP).
Lookonchain mengonfirmasi bahwa wallet-wallet tersebut mengalami kerugian likuidasi gabungan sebesar US$3,02 juta.
Di sisi lain, dua trader di posisi short dengan alamat wallet diawali 0x06ce dan 0x4196 terkena auto-deleveraged oleh sistem ADL dan mendapatkan keuntungan gabungan sekitar US$849.000.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Dampak insiden ini terjadi di tengah volatilitas harga Fartcoin yang cukup tinggi. Meme coin tersebut sempat melonjak ke level tertinggi intraday US$0,25 kemarin, menjadi harga tertingginya sejak akhir Januari.
namun, dalam 24 jam terakhir, token ini turun lebih dari 13%, sehingga menjadi token dengan penurunan terbesar di antara 300 aset kripto terbesar dalam CoinGecko. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di sekitar harga US$0,17.

