Ripple menargetkan SWIFT dengan $XRP sebagai aset jembatan, membuka likuiditas dan memajukan pembayaran lintas batas berbasis AI pada tahun 2026.
Ripple sedang memajukan rencana untuk mengubah pembayaran lintas batas menggunakan $XRP sebagai aset jembatan.
Perusahaan ini berfokus pada lapisan likuiditas dalam perbankan. CEO Brad Garlinghouse telah membahas membuka triliunan dalam akun Nostro dan Vostro.
Baru-baru ini, Ripple Treasury memperoleh status mitra bersertifikat SWIFT, menarik perhatian dari investor dan institusi.
XRP sebagai Aset Jembatan untuk Pembayaran Lintas Batas
Ripple menggunakan $XRP untuk memindahkan dana antar bank tanpa pendanaan awal akun. Pendekatan ini memungkinkan transaksi lintas batas yang lebih cepat dan lebih murah.
Garlinghouse mengatakan $XRP dapat membuka likuiditas yang saat ini terperangkap dalam jaringan perbankan tradisional.
Platform On-Demand Liquidity (ODL) memungkinkan penyelesaian secara real-time. Ini mengurangi biaya pemeliharaan akun yang didanai sebelumnya dalam berbagai mata uang.
Ripple menyatakan bahwa $XRP meningkatkan kecepatan dan efisiensi untuk pembayaran global. Institusi keuangan yang mengadopsi $XRP dapat mengakses lapisan likuiditas yang dapat diskalakan.
Ini mengurangi gesekan operasional sambil memfasilitasi transfer uang internasional. Ripple bertujuan menjadikan $XRP sebagai alat standar untuk menjembatani mata uang di seluruh dunia.
Bank dapat menggabungkan $XRP dengan sistem yang ada untuk transfer yang lebih lancar. Jaringan ini mendukung beberapa mata uang secara bersamaan.
Ripple percaya metode ini menguntungkan institusi maupun pengguna akhir dalam transaksi.
Sertifikasi SWIFT dan Perkembangan Treasury
Ripple Treasury baru-baru ini menjadi mitra bersertifikat SWIFT. Sertifikasi ini memungkinkan Ripple beroperasi di bawah standar SWIFT sambil menawarkan solusi alternatif.
Ini telah meningkatkan perhatian terhadap $XRP di komunitas kripto dan perbankan.
Beberapa laporan merujuk pada wawancara Bloomberg Garlinghouse tahun 2018 di mana dia berkata, "kami mengambil alih SWIFT."
Meskipun kutipan tersebut berasal dari tahun 2018, itu terus disebutkan saat Ripple mengembangkan strategi globalnya. ODL tetap menjadi pusat rencana pertumbuhan Ripple tahun 2026 dan upaya integrasi AI.
Kemitraan ini memungkinkan Ripple berkolaborasi dengan bank tradisional sambil menggunakan $XRP untuk likuiditas.
Operasi Treasury dapat menghubungkan berbagai mata uang secara efisien. Ini dapat memungkinkan volume transaksi yang lebih tinggi dan pembayaran internasional yang lebih lancar.
Bank dapat secara bertahap mengadopsi $XRP tanpa mengubah infrastruktur yang ada. Sertifikasi ini menambah kredibilitas pada model pembayaran Ripple.
Ini juga membuka kemungkinan untuk memperluas opsi likuiditas global bagi klien.
Baca Juga:
Integrasi AI dan Sistem Pembayaran Masa Depan
Ripple menjajaki pembayaran berbasis AI menggunakan stablecoin. Aksesibilitas dompet memungkinkan perangkat lunak dan perangkat untuk bertransaksi secara otomatis.
Ini dapat meningkatkan volume transaksi melampaui sistem yang digerakkan manusia. Agen AI dapat menggunakan $XRP untuk menyelesaikan pembayaran lintas batas.
Pendekatan ini dapat memperluas ruang lingkup otomasi keuangan. Peningkatan platform Ripple bertujuan mendukung operasi ini dengan aman dan efisien.
Garlinghouse mencatat bahwa menggabungkan AI dengan aset digital dapat meningkatkan manajemen likuiditas.
ODL dapat berintegrasi dengan sistem otomatis untuk mengurangi biaya dan keterlambatan. Ripple melihat integrasi AI sebagai langkah menuju adopsi $XRP yang lebih luas.
Kombinasi sertifikasi SWIFT, likuiditas $XRP, dan dukungan AI memposisikan Ripple sebagai pemain kunci.
Perkembangan ini dapat meningkatkan efisiensi pembayaran global. Institusi keuangan dan investor terus memantau kemajuan Ripple dengan cermat.
Sumber: https://www.livebitcoinnews.com/ripple-targets-swift-as-xrp-positioned-for-global-liquidity-role/








